Showing posts filed under Kisah Ulama

Mengenang Syech Maqdum Ali Di Purwokerto

by on 09:04 PM, 11-Nov-11

Syech maqdum ali adalah waliyulloh yang dulu menjadi utusan kerajaan demak untuk menyebarkan agama islam di kabupaten Banyumas. Beliau termasuk hamba Alloh terkasih yang makamnya selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah. Syech maqdum ali pada kedatangannya mendapat tantangan dari penguasa setempat, tepatnya dengan para pemimpin kerajaan pasir luhur. Beliau mendapat tantangan hebat dan sempat terjadi peperangan yang sangat melelahkan. Karena salah satu pembesar kerajaan pasir luhur ada yang punya ilmu kanuragaan tingkat tinggi. Nama ilmu batin yang dikuasai oleh para ahli spiritual dikenal dengan ajian pancasona. Siapa saja yang menguasai ilmu ini maka ketika mati terbunuh akan bisa hidup kembali, dengan syarat bagian tubuh yang telah terpotong menyav kembali. Patih arang candul, yang punya ajian pancasona ini meski kepalanya telah dipenggal berkali kali mampu hidup kembali. Tapi syech maqdum ali juga bukan hamba Alloh biasa, beliau lebih sakti dan mampu mengatasi masalah tersebut. Caranya adalah dengan memisahkan kepala patih arang candul, lalu ditanam di sumur yang dalam. Sementara bagian tubuh yang lain juga diperlakukan demikian. Maka setelah hal ini dilakukan, kekuatan pasukan pasir luhur melemah dan tunduk pada kekuasaan islam. Syech maqdum ali terus mengislamkan pejabat penting disana, yang kemudian menjadi pendamping pendamping setianya. Diantara pejabat penting yang diislamkan adalah raden banyak blanak, raden perlangon, pangeran mangkunegara, pangeran perlangkap, dan demang kerinci. Kalau dilihat dari silsilahnya maka daerah yang menjadi kekuasaan pasir luhur penuh dengan nama yang berbau sunda. Sebab di makam syech maqdum ali ada juga makam entol purwakusuma, entol purwanangga, dan entol purwodita. Sebutan entol mirip dengan gelar kyai kalau di daerah jawa. Meski jasad dari syech maqdum ali tidak nampak di dunia, tapi perjuangan dan pengorbanannya dalam mengajak orang untuk beriman tetap abadi. Dari literatur sejarah kuno, beliau dulu pernah menaikkan batu batu dari sungai hanya dengan bekal cemeti. Batu batu yang berukuran besar cukup dicambuk dan digiring dengan cemeti. Dan anehnya, ketika sungai logawa terkena banjir besar, makam syech maqdum ali tak pernah tersentuh air. Bahkan disekitar makam syech maqdum ali juga ada mata air yang dulunya berasal dari pisau yamg ditancapkan ketika tentara islam kekurangan air. Subkhanalloh.... semoga semua amal dan jasa besar syech maqdum ali mendapat balasan yang lebih baik,amiin